Kota Bandung Macet Akibat Melonjaknya Kunjungan Wisatawan
Atas Kemacetan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung mengungkapkan bahwa mereka bertindak membuka beberapa jalan alternatif dan mengerahkan sejumlah petugas di beberapa titik yang rentan macet. Hal tersebut diupayakan untuk membantu kelancaran arus kendaraan.
Kemacetan parah tersebut sering terjadi di Kota Bandung. Karena banyaknya destinasi menarik dan jarak yang lumayan dekat membuat para wisatawan tertarik mengunjungi Kota Bandung untuk menikmati liburan, terutama di akhir pekan. Namun dibalik kelebihan tersebut wisatawan sangat menyayangkan kemacetan Kota Bandung yang semakin menjadi di akhir pekan tersebut.
"Senang ke Kota Bandung karena dekat. Tapi belakangan macetnya semakin parah. Saya berharap ada transportasi umum yang memadai, jadi kita tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi ke Kota Bandung sehingga dapat memperlancar jalur transportasi ke tempat tujuan" ungkap Nia salah satu wisatawan dari Cirebon.
Bukan hanya wisatawan yang menyayangkan kemacetan ini, warga lokal Kota Bandung pun ikut terkena dampaknya.Mereka merasa tidak dapat menikmati destinasi liburan di Kota mereka sendiri. Mereka memilih untuk berdiam di rumah daripada keluar liburan terjebak dalam kemacetan.
"Semakin kesini makin tidak nyaman setiap kali liburan. Kita memilih untuk di rumah saja. Pemerintah mestinya meneyediakan transportasi publik yang baik dan nyaman supaya tidak terjadi macet" ungkap juga Hasan sebagai warga lokal Kota Bandung.
Melonjaknya wisatawan dari luar tentunya menjadi keuntungan bagi sektor Pariwisata Kota Bandung, namun hal baik tersebut harusnya dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai sehingga dapat memudahkan wisatawan berkunjung dengan mudah dan nyaman menuju berbagai destinasi di Bandung. Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan Kota Bandung yang nyaman dan mengupayakan untuk mengurangi dampak kemacetan akibat lonjakan wisatawan ini.
(Berita ini untuk memenuhi Tugas Kuliah Jurnalistik 3 )

Komentar
Posting Komentar